Saturday, August 31, 2013

Menilik Perjalanan Karir Marissa Mayer di Google



detail berita

HASANPEDIA – Chief Executive Officer(CEO) Yahoo Marissa Mayer belum lama ini menceritakan kilas balik awal perjalanan karirnya di dunia internet. Sebagaimana diketahui, sebelumnya ia memiliki karir yang mengesankan di raksasa mesin pencari Google selama satu dekade.

Mayer lulus dari Standford University dengan mengantongi gelar BS dalam sistem simbolis dan M.S. dalam ilmu komputer dengan nilai yang spektakuler. Tak heran begitu melepas titelnya sebagai mahasiswa, ia langsung menerima lebih dari 12 tawaran pekerjaan sekaligus.

Tidak ingin semakin kelimpungan, setiap kali ia menerima surat elektronik di kotak masuknya yang menawari pekerjaan buru-buru dihapusnya. Suatu hari, ketika Mayer sedang ‘membersihkan’ kotak suratnya jari di atas mouse-nya terhenti pada barisan email yang berjudul 
“Bekerja di Google?”.

“Saya pernah mendengar Google dari salah satu profesor saya di Standford. Jadi, saya putuskan untuk tidak langsung menghapus email itu dan memilih untuk membukanya,” ujar perempuan yang lahir pada 30 Mei 1975, seperti dilansir dari Business Insider, Senin (26/8/2013).

Mayer pun membaca email tersebut dan berkonsultasi dengan salah satu mentornya saat dirinya mengambil kelas sains komputer, Eric Roberts perihal tawaran ini. Mendengar “curhatan”-nya tersebut, Roberts kemudian menyarankan Mayer untuk bertemu dengan dua siswa Ph.D yang sedang mengerjakan tugas disertasinya yang berkaitan dengan Google.

Rupanya, kedua orang yang direkomendasikan untuk ditemui Mayer kala itu adalah Sergey Brin dan Larry Page yang tak lain tak bukan adalah pendiri startup yang kini menjelma menjadi raksasa mesin pencari di dunia.

Sontak, sesampainya di rumah tanpa keraguan sedikit pun Mayer membalas email yang menawarinya bergabung dengan Google untuk minta diwawancara. Selanjutnya, putri dari Margaret Mayer dan Michael mater ini resmi bergabung dengan Google pada 1999 yang kala itu hanya memiliki jumlah karyawan 20 orang. Di mana, ia menjadi insinyur perempuan pertama di perusahaan.

Melejit & Bersinar 

Selama 13 tahun dia membangun mahligainya dengan Google, Mayer bertransformasi menjadi seorang insinyur, desainer, manajer produk, dan seorang eksekutif. Di tangannya, startup ‘biasa-biasa’ saja itu disulap menjadi ‘luar biasa’, demikian dikutip dari berbagai sumber lainnya.

Estetika desainnya yang tajam disebut-sebut sebagai langkah awal keberhasilannya di Google dan membantu membesarkan perusahaan ini sebagai salah satu perusahaan teknologi dan internet yang patut diperhitungkan di seluruh jagat ini.

Tampilan Google yang sarat akan nuansa minimalis dengan ruang putih yang luas dipadu waena biru cerah, merah, kuning, dan hijau membuatnya menjadi eye catching bagi siapa saja yang melihatnya. Sejak itu, Mayer pun dipercaya untuk memegang peran kunci di Google Search, Google Images, Google News, Google Maps, Google Books, Google Product Search, Google Toolbar, iGoogle, dan Gmail.

Tak hanya itu, dia juga menjadi pengawas tata letak homepage (tampilan depan) Google agar tetap simpel dan “bersih”. Ketika Eric Schmidt menempati kursi CEO perusahaan yang berbasis di California, Amerika Serikat (AS), Mayer menjelma menjadi salah satu eksekutif Google yang paling sering terlihat di muka public selama satu dekade terakhir.

Kerap berbicara dalam berbagai konferensi teknologi, membuatnya terlihat paling “bersinar” di antara insinyur muda bidang TI lainnya. Pada tahun-tahun terakhir perjalanannya dengan Google, Mayer menjabar sebagai Wakil Presiden Local Maps dan Location Services. 

0 comments:

Post a Comment