Saturday, April 13, 2013

Naskah Pidato Tentang Bahaya Narkoba

Assalamu’alaikum Wr Wb
Yang terhormat kepala sekolah
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru serta staf Tata Usaha
Dan teman-teman yang saya cintai

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul disini dan pada hari ini saya akan menyampaikan pidato tentang Narkoba.

Di Indonesia jumlah pengguna narkoba begitu besar, karena lemahnya penegakan hukum di Indonesia para pengedar internasional dapat bekerja sama dengan warga negara Indonesia dan memperoleh keuntungan yang besar. Penyalahgunaan Narkotika dan zat aditif lainnya itu tentu membawa dampak yang luas dan kompleks. Sebagai dampaknya antara lain perubahan perilaku, gangguan kesehatan, menurunnya produktivitas kerja secara drastis, kriminalitas dan tindak kekerasan lainnya.

Penyalahgunaan narkoba dapat dicegah melalui program-program diantaranya mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, tidak bergaul dengan pengguna atau pengedar narkoba, tidak mudah terpengaruh ajakan atau rayuan untuk menggunakan narkoba. Pengguna narkoba biasanya lebih didominasi oleh para remaja dan anak sekolah.

Sekolah juga memberikan penyuluhan kepada para siswa tentang bahaya dan akibat dari penyalahgunaan narkoba melalui Guru BP, diskusi yang melibatkan para siswa dalam perencanaan untuk intervensi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah. Program lain yang cukup penting adalah program waspada Narkotika dengan cara mengenali ciri-ciri siswa yang menggunakan narkoba, mewaspadai adanya tamu yang tak dikenal atau pengedar, melakukan razia dadakan.

Biasanya pengedar maupun pemakai di sekolahh telah paham betul program-program disekolah untuk pencegahan pengguna atau pemakai disekolah, mereke tentu saja mengantisipasinya dengan sebaik yang mereka bisa. Sepintar apapun kiat mereka, ibarat sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Jurus-jurus jitu menghindari deteksi sekolah memang mereka kuasai, tapi mengingat sifat narkoba yang adiktif dan menutut dosis yang lebih tinggi maka disiplin cara aman akan terkuak juga

Untuk itu marilah kita hindari dan jauhi serta ikut memberantas penggunaan narkoba. Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan apabila ada kesalahan dalam bertutur kata, saya mohon maaf. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih dan saya akhiri.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb..

Menjelaskan Proses Dasar Mesin

A. Mengenal Proses Pengecoran Logam
Pengecoran adalah membuat komponen dengan cara
menuangkan bahan yang dicairkan ke dalam cetakan. Bahan disini dapat
berupa metal maupun non-metal. Untuk mencairkan bahan diperlukan
furnace (dapur kupola). Furnace adalah sebuah dapur atau tempat yang
dilengkapi dengan heater (pemanas). Bahan padat dicairkan sampai
suhu titik cair dan dapat ditambahkan campuran bahan seperti chrom,
silikon, titanium, aluminium dan lain-lain supaya bahan menjadi lebih
baik. Bahan yang sudah cair dapat dituangkan ke dalam cetakan.

Cetakan untuk pengecoran dapat dibuat dengan pasir ataupun
logam. Untuk komponen yang rumit dan tidak banyak jumlahnya
biasanya memakai cetakan pasir, sedangkan komponen yang bentuk
sederhana dan diproduksi masal dapat menggunaan cetakan logam.
Dalam membuat cetakan yang perlu diperhatikan adalah porositas dan
toleransi untuk sringkage (penyusutan) setelah penuangan. Porositas
cetakan semakin tinggi semakin baik untuk mengeluarkan gas-gas yang
terjebak di dalam cetakan.


B. Mengenal Proses Pembentukan Logam
Pembentukan plat dari lembaran menjadi bentuk kotak atau cangkir
dengan menggunakan tekanan dan cetaka.

Kerja bangku adalah pekerjaan produksi komponen atau alat yang
menggunakan meja kerja. Contohnya membuat komponen menggunakan
alat-alat seperti ragum, palu, kikir, bor tangan, gerinda, dan lain-lain alat
kerja bangku. Biasanya alat-alat ini digunakan untuk membuat benda
kerja sederhana dan tingkat presisi yang tidak tinggi.

Mesin-mesin perkakas yang menggunakan motor listrik untuk
memantu kerja bantu ada beberapa yaitu mesin bor, mesin gergaji, mesin
potong, mesin penekuk plat, mesin pembengkok pipa dan lain-lainnya.

1. Mesin bor
Mesin bor gunanya untuk melubangi benda dan memperbesar
lobang yang sudah ada, berikut ditampilkan gambar mesin bor.
Gambar 2. 7 Mesin bor duduk
2. Mesin gergaji
Mesin gergaji gunanya untuk memotong benda atau membelah
benda, hal.
3. Mesin gergaji
Mesin gergaji gunanya untuk memotong benda atau membelah
benda, hal ini untuk mempercepat pemotongan dari benda mentah.
4. Mesin potong
Mesin potong gunanya untuk mempercepat pemotongan benda
yang panjang.


Mesin perkakas adalah alat yang dipakai untuk memproduksi
barang dari barang mentah ke barang jadi. Biasanya mesin perkakas ini
digunakan untuk finishing dari hasil pengecoran. Mesin-mesin perkakas
yang sering digunakan yaitu mesin bubut, mesin frais, mesin bor dan lainlain.
Untuk otomasi mesin-mesin yang sudah dilengkapi dengan
komputer terus dikembangkan sehingga hasilnya lebih akurat.
Mesin ini pada prinsipnya adalah benda kerja yang berputar
dipotong menjadi komponen yang diinginkan dalam bentuk silinder atau
kerucut. Mesin ini hanya dapat membuat benda-benda yang berbentuk
silinder.
Mesin fris ini pada prinsipnya tool atau pahat yang berputar
mengurangi dimensi benda kerja. Mesin ini juga dapat untuk
menghaluskan permukaan, membuat alur, roda gigi, dan bentuk lain yang
diinginkan sesuai kemampuan mesin. Bagian dari mesin fris adalah
pencekam pahat yang berputar, meja yang dapat digerakkan maju
mundur dan kanan kiri, dan motor penggerak pahat.

Istilah Dalam Pencak Silat


  • Kuda-kuda: adalah posisi menapak kaki untuk memperkokoh posisi tubuh. Kuda-kuda yang kuat dan kokoh penting untuk mempertahankan posisi tubuh agar tidak mudah dijatuhkan. Kuda-kuda juga penting untuk menahan dorongan atau menjadi dasar titik tolak serangan (tendangan atau pukulan).
  • Sikap dan Gerak: Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.
  • Langkah: Ciri khas dari Silat adalah penggunaan langkah. Langkah ini penting di dalam permainan silat yang baik dan benar. Ada beberapa pola langkah yang dikenali, contohnya langkah tiga dan langkah empat.
  • Kembangan: adalah gerakan tangan dan sikap tubuh yang dilakukan sambil memperhatikan, mewaspadai gerak-gerik musuh, sekaligus mengintai celah pertahanan musuh. Kembangan utama biasanya dilakukan pada awal laga dan dapat bersifat mengantisipasi serangan atau mengelabui musuh. Seringkali gerakan kembangan silat menyerupai tarian atau dalam maenpo Sunda menyerupai ngibing (berjoget). Kembangan adalah salah satu bagian penilaian utama dalam seni pencak silat yang mengutamakan keindahan gerakan.
  • Buah: Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Secara tradisional istilah teknik ini dapat disamakan dengan buah. Pesilat biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.
  • Jurus: pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan teknik-teknik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.
  • Sapuan dan Guntingan: adalah salah satu jenis buah (teknik) menjatuhkan musuh dengan menyerang kuda-kuda musuh, yakni menendang dengan menyapu atau menjepit (menggunting) kaki musuh, sehingga musuh kehilangan keseimbangan dan jatuh.
  • Kuncian: adalah teknik untuk melumpuhkan lawan agar tidak berdaya, tidak dapat bergerak, atau untuk melucuti senjata musuh. Kuncian melibatkan gerakan menghindar, tipuan, dan gerakan cepat yang biasanya mengincar pergelangan tangan, lengan, leher, dagu, atau bahu musuh.

Melaksanakan Material Secara Manual

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen secara manual akan selalu melibatkan tenaga manusia dalam memindahkan material dari tempat satu ketempat yang lain, seseorang akan mengeluarkan tenaga untuk mengangkat,membawa,menurunkan,mendorong,menarik,menahan,dan sebagainya.
 Untuk dapat melaksanakan itu secara aman seseorang harus memahami kekuatan tangan,kaki,badan,serta bagaimana cara mengambil posisi.

A.Kekuatan Badan/Punggung Saat Mengangkat
Gaya tarik bumi yang sering disebut gravitasi, akan cenderung menarik semua benda kebawah, apabila seorang akan mengangkat material posisi bdan harus dalam kekuatan maxsimal untuk menghadapi gaya gravitasi, tangan sebagai tuas pemegang beban, kemudian punggung sebagai pusat tenaga beban dan kaki sebagai tumpuan.

B.Kekuatan pada tangan saat mengangkat

Sewaktu mengangkat beban lengan tangan sebagai tuas mengandalkan kekuatan pada otot bisep yang berkaitan dengan tulang kasta oleh ujung otot bisep yang disebut tendon tenaga/berat beban yang disangga akan disalurkan ke tendon otot bisep atas ketulang belikat .

C.kekuatan otot punggung saat tangan mengangkat
Pada saat tangan mengangkat beban, tenaga yang disangga oleh otot bisep akan disalurkan melalui tulang belikat ke otot punggung. Karena Beban tersebut bekerja pada tangan yang pendek, maka beban justru akan banyak disangga oleh otot punggung .

D. prinsip-prinsip pengangkatan secara manual
-Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan.
-Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat.
-Hindarkan gerakan putar yang mendadak.
-Upayakan kosentrasi.
-Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat.
-Upayakan badan disekitar titik tengah badan.
-Beban maxsimal setengah berat badan.




Pengertian Besaran Dan Mengenal Elemen Mesin

A.Pengertian besaran
Besaran adalah segala sesuatu yang mempunyai nilai dan dapat dinyatakan dengan angka dalam ilmu fisika, besran terbagi menjadi 2 yaitu besaran poko dan besaran turunan.
Besaran skalar adalah besaran yang hanya mempunyai besar atau nilai saja. Sedangkan besaran vektor adalah besaran yang selain memliki besar/nilai besaran vektor juga mempunyai arah. Ada duam cam system satuan yang sering digunakan dalam ilmu fisika atau ilmu teknik yaitu sistem matrix dan sistem inggris.  Sistem matrix digunakan pertama kali di Prancis pada tahun 1866 sistem matrix dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Sistem MKS (Meter-Kilo-Sekon)
b. Sistem CGS (Centimeter-Gram-Sekon)

Sistem
Panjang
Massa
Waktu
MKS
M
KG
S
CGS
CM
Gr
J

Dalam SI, terdapat 7 buah besaran pokok berdimensi dan 2 buah tambahan tidak berdimensi.

Besaran pokok
Satuan
Lambang satuan
Dimensi
Panjang
Meter
M
L
Massa
Kilogram
Kg
M
Waktu
Sekon
S (detik)
T
Arus listrik
Ampere
A
I
Suhu
Kelvin
K
Q
Intensitas cahaya
Candela
Cd
J
Jumlah zat
Mole
Mol
N





  
Besaran tambahan
Satuan
Lambang satuan
Sudut datar
Radian (radial)
Rad
Sudut ruang
Steradian
Sr




B.Mengenal elemen mesin
1. Poros
Poros dalam sebuah mesin berfungsi untuk meneruskan tenaga melalui putaran mesin. Setiap elemen mesin yang berputar, seperti cakra tali, puli sabuk mesin, piring kabel, tromol kabel, roda jalan.
a.macam-macam poros
1.gandar
Fungsinya hanya sebagai penahan beban, biasanya tidak berputar.
2.spindle
Poros transmisi yang relatif pendek, seperti poros utama mesin perkakas, dimana beban utamanya berupa puntiran disebut spindle.
3.Poros transmisi
Berfungsi untuk memindahkan tenaga mekanik salah satu elemen mesin ke elemen mesin yang lain.
b. Bantalan
Agar dapat berputar atau bergerak bolak balik secara kontinyu serta tidak berisik akibat adanya gesekan. Bantalan poros dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
1.Bantalan Luncur
Permukaan poros ditempu oleh permukaan bantalan dengan lapisan pelumas.
2. Bantalan gelinding bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti rol atau rol jarum.

Sejarah becak

Becak merupakan alat untuk mengangkut orang dan/atau barang dalam jumlah kecil, menggunakan dasar sepeda yang dimodifikasi menjadi kendaraan beroda tiga yang dilengkapi dengan kabin penumpang. Becak direncanakan untuk mengangkut 2 orang penumpang, tetapi terkadang digunakan untuk mengangkut sampai 4 orang. Becak kemudian dipermodernisasi yang diperlengkapi dengan motor penggerak, menjadi becak bermotor.

Awal perkembangan becak

Becak Jepang.1897

Becak yang didorong di Jepang
Ternyata asal-usul becak dari Jepang[1]. Munculnya kendaraan yang ditarik dengan tenaga manusia itu, untuk pertama kalinya hanya kebetulan saja. Tahun 1869, seorang pria Amerika yang menjabat pembantu di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jepang, berjalan-jalan menikmati pemandangan Kota Yokohama. Suatu saat ia berpikir, bagaimana cara istrinya yang kakinya cacat bisa ikut berjalan-jalan?. Tentu diperlukan sebuah kendaraan. Kendaraan itu, pikirnya, tidak usah ditarik kuda karena hanya untuk satu penumpang saja. Kemudian ia mulai menggambar kereta kecil tanpa atap di atas secarik kertas. Rancangan tersebut ia kirimkan kepada sahabatnya[2], Frank Pollay. Pollay membuatnya sesuai rancangan Goble lalu membawanya ke seorang pandai besi bernama Obadiah Wheeler. Jadilah becak.
Orang-orang Jepang yang melihat kendaraan pribadi yang ditarik manusia itu, menamakannya "Jinrikisha" (人力車, 人 jin = orang, 力 riki = tenaga, 車 sha = kendaraan), yang berarti "kendaraan tenaga manusia" . Penarik jinrikisha biasanya diberi upah tiap minggu. Lama-lama, jinrikisha menarik perhatian masyarakat Jepang, khususnya para bangsawan. Pada tahun 1950-an becak yang ditarik manusia ini menghilang dari bumi Jepang[3].

Perkembangan becak ke Tiongkok

Pada tahun 1800-an, jinrikisha akhirnya sampai ke telinga masyarakat di Tiongkok. Hingga dalam waktu singkat, jinrikisha dikenal sebagai kendaraan pribadi kaum bangsawan dan kendaraan umum. Kendaraan ini (dalam bahasa Inggris) diberi nama rickshaw. Sementara penghelanya disebut hiki. Tapi, lama-lama para pemerhati kemanusiaan di Tiongkok iba melihat para hiki yang kerja bagaikan kuda itu. Jadi mulai 1870, rickshaw dilarang beroperasi di seluruh jalan-jalan di negeri Tiongkok. Sementara jinrikisha di Jepang sebelumnya sudah lama dilarang.

Perkembangan lebih lanjut

Pada tahun 1930-an berkembang di India, Pakistan dan awal 1940-an becak mulai dikenal di Singapura, Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Berbeda dengan jinrikisha dan rickshaw yang beroda dua dengan ban mati, becak yang dikembangkan di Asia Tenggara sudah lebih modern. Rodanya tiga dan menggunakan ban angin, mengemudikannya dikayuh dengan kedua kaki. Becak tersebut berkembang dengan cepat karena dirasakan manfaatnya besar bagi orang kaya setelah itu.
Sama seperti Awal mula becak[1], tak jelas juga kapan becak dikenal di Indonesia. Lea Jellanik dalam Seperti Roda Berputar, menulis becak didatangkan ke Batavia dari Singapura dan Hongkong pada 1930-an. Jawa Shimbun terbitan 20 Januari 1943 menyebut becak diperkenalkan dari Makassar ke Batavia Akhir 1930-an. Ini diperkuat dengan catatan perjalanan seorang wartawan Jepang ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Makassar. Dalam catatan berjudul “Pen to Kamera” terbitan 1937 itu disebutkan, becak ditemukan orang Jepang yang tinggal di Makassar, bernama Seiko-san yang memiliki toko sepeda. Karena penjualan seret, pemiliknya memutar otak agar tumpukan sepeda yang tak terjual bisa dikurangi. Dia membuat kendaraan roda tiga, dan terciptalah becak.

Perkembangan di Jawa


Becak yang beroperasi didepan Kedutaan Inggris di Jakarta, 1986
Becak [2](dari bahasa Hokkien: be chia “kereta kuda”) adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi. Masuk ke Indonesia[3] pertama kali pada awal abad ke-20 untuk keperluan pedagang Tionghoa mengangkut barang. Di tahun 1937, demikian tertulis dalam Star Weekly, becak dikenal dengan nama "roda tiga" dan kata betjak/betja/beetja baru digunakan pada 1940 ketika becak mulai digunakan sebagai kendaraan umum.
Awalnya pemerintah kolonial Belanda[4] merasa senang dengan transportasi baru ini. Namun belakangan pemerintah melarang keberadaan becak karena jumlahnya terus bertambah, membahayakan keselamatan penumpang, dan menimbulkan kemacetan.
Jumlah becak justru meningkat pesat ketika Jepang datang ke Indonesia pada 1942[5]. Kontrol Jepang yang sangat ketat terhadap penggunaan bensin serta larangan kepemilikan kendaraan bermotor pribadi menjadikan becak sebagai satu-satunya alternatif terbaik moda transportasi di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Bahkan penguasa membentuk dan memobilisasi kelompok-kelompok, termasuk tukang becak, demi kepentingan perang melalui pusat pelatihan pemuda, yang mengajarkan konsep politik dan teknik organisasi.
Becak dilarang untuk beroperasi di Jakarta karena alasan tidak manusiawi atas dasar Perda 11 Tahun 1988, yang di dalamnya tercantum bahwa kendaraan resmi hanya kereta api, taksi, bis, dan angkutan roda tiga bermotor.

Perkembangan selanjutnya

Becak setelah berkembang di Batavia/Jakarta kemudian berkembang ke Surabaya pada tahun 1940, Jawa Shimbun[6] terbitan 20 Januari 1943 menyebut becak diperkenalkan dari Makassar ke Batavia akhir 1930-an. Pasca perang, ketika jalur dan moda transportasi kian berkembang, becak tetap bertahan. Bahkan ia menjadi transportasi yang menyebar hampir di seluruh Indonesia. Pada pertengahan hingga akhir 1950-an ada sekira 25.000 hingga 30.000 becak di Jakarta. Jumlah becak membengkak dan pada tahun 1966 jumlah becak ada 160 ribu –jumlah tertinggi dalam sejarah.
Gubernur Ali Sadikin mengeluarkan aturan mengenai larangan total angkutan yang memakai tenaga manusia, membatasi beroperasinya becak, dan mengadakan razia mendadak di daerah bebas becak. Kebijakan serupa dilanjutkan oleh gubernur-gubernur berikutnya: Suprapto, Wiyogo Atmodarminto, Suprapto, dan Sutiyoso. Becak dianggap biang kemacetan, simbol ketertinggalan kota, dan alat angkut yang tak manusiawi. Di sisi lain, becak juga mulai menghadapi pesaing dengan kehadiran ojek motor, mikrolet, dan metromini. Pada 1980, misalnya, pemerintah mendatangkan 10.000 minica (bajaj, helicak, minicar) untuk menggantikan 150.000 becak. Pemerintah ketika itu memprogramkan para tukang becak beralih profesi menjadi pengemudi kendaraan bermotor itu. Bahkan pemerintah menggaruk becak dan membuangnya ke Teluk Jakarta untuk rumpon, semacam rumah ikan. Karena sulit, Gubernur Suprapto sampai bilang: “becak-becak akan punah secara alamiah.”

Friday, April 12, 2013

Sejarah Pencak Silat

   Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas,[1] yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah di pulau-pulau Jawa, Bali,Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lainnya juga mengembangkan sebentuk silat tradisional mereka sendiri. Dalam Bahasa Minangkabau, silat itu sama dengan silek. Sheikh Shamsuddin (2005)[2] berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu beladiri dari Cina dan India dalam silat. Bahkan sesungguhnya tidak hanya itu. Hal ini dapat dimaklumi karena memang kebudayaan Melayu (termasuk Pencak Silat) adalah kebudayaan yang terbuka yang mana sejak awal kebudayaan Melayu telah beradaptasi dengan berbagai kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, Arab, Turki, dan lainnya. Kebudayaan-kebudayaan itu kemudian berasimilasi dan beradaptasi dengan kebudayaan penduduk asli. Maka kiranya historis pencak silat itu lahir bersamaan dengan munculnya kebudayaan Melayu. Sehingga, setiap daerah umumnya memiliki tokoh persilatan yang dibanggakan.Sebagai contoh, bangsa Melayu terutama di Semenanjung Malaka meyakini legenda bahwa Hang Tuah dari abad ke-14 adalah pendekar silat yang terhebat.[3] Hal seperti itu juga yang terjadi di Jawa, yang membanggakan Gajah Mada.
Perkembangan dan penyebaran silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum Ulama, seiiring dengan penyebaran agama Islam pada abad ke-14 di Nusantara. Catatan historis ini dinilai otentik dalam sejarah perkembangan pencak silat yang pengaruhnya masih dapat kita lihat hingga saat ini. Kala itu pencak silat telah diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau-surau. Silat lalu berkembang dari sekedar ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah. Disamping itu juga pencak silat menjadi bagian dari latihan spiritual.